Film yang mempertanyakan eksistensi Tuhan

1.The Seventh Seal

Seventh-seal-chess

Sinopsis: Mengambil setting ketika terjadi “Black Plague” di Eropa antara tahun 1348-1350,seorang ksatria kembali dari pengabdiannya saat menjadi Crusade dan bertarung dengan Grim Reaper dalam permainan catur dengan taruhan hidupnya sembari berbincang tentang eksistensi Tuhan.

Argumen pendukung : Ingmar Bergman sang sutradara berkeinginan untuk menjadikan Tuhan sebagai tokoh yang jarang disebut kemudian memilih ‘Death’ sebagai karakter dan membuat Grim Reaper yang seharusnya mengetahui segala sesuatu tentang Tuhan lebih memilih untuk diam. Ada pula dialog pamungkas dalam film ini “Faith is a torment. It is like loving someone who is out there in the darkness but never appears, no matter how loudly you call.”

Kontra argumen : Kalau ‘Death’ bisa menampakan dirinya dan kemudian bermain catur,bukankah itu semua kuasa Tuhan yang membuat segalanya mungkin?

Kesimpulan : Kalaupun Tuhan ada, mengapa Dia tidak memberitahu kita?

 

2. No Country For Old Men

No-country-for-old-men-poster

Sinopsis : Seorang pemburu yang tidak sengaja menemukan uang jutaan dolar milik gembong narkoba sekaligus pembunuh berdarah dingin. Dapatkah ia melarikan diri?

Argumen pendukung : Di sebuah dataran Texas yang penuh dengan kekerasan dan seorang pria yang salah mengambil pilihan. Tidak adanya Tuhan ketika keadaan bertambah buruk,semua yang terjadi seakan-akan hanya kejadian acak yang tidak direncanakan.

Kontra argumen : Suara hati dari film ini berasal dari seorang sheriff yang diperankan oleh Tommy Lee Jones yang pada saat mendekati akhir berkata “I always thought when I got older God would sort of come into my life in some way. He didn’t. I don’t blame him. If I was him I’d have the same opinion about me that he does.”

Kesimpulan  :Sisi baiknya,Tuhan berbeda dari ciptaanNya yang penuh dengan kesengsaraan dan kekerasan

 

3. Se7en

Se7en_00

Sinopsis : Perjalanan detektif dalam pencariannya menemukan pembunuh berantai yang menggunakan ‘Seven deadly sins’ dalam setiap aksinya

Argumen pendukung : Ada sebuah pepatah yang apabila diterjemahkan secara harfiah kira-kira begini ‘Man plans,God laugh’ yang  berarti semakin kita membuat rencana,semakin banyak kekacauan dan berantakan yang kita temukan. Jadi,apakah Tuhan yang menciptakan seorang pembunuh paling berbahaya yang sangat cermat,teliti dan nyaris tanpa cacat dalam perencanaannya?

Kontra argumen : Beruntunglah film ini mempunyai Morgan Freeman yang mempunyai pendapat lain tentang Tuhan. Mengutip dari quote Ernest Hemingway “The world is a fine place. And worth fighting for,” Karena apalagi yang bisa membuat kita bertahan dalam harapan yang sangat tipis?

Kesimpulan : Dalam ketiadaan Tuhan, disana ada persamaan matematika yang sangat kacau

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s