[Review] Supernova: Partikel

partikel

Title : Supernova Partikel
Author : Dee
Page : 508 pages
Published : Bentang Pustaka
Year : 2012 (April)
Category : Paperback
Genre : Fiction | Science-Fiction | Adventure

Partikel adalah buku ke-4 dari serial Supernova yang ditulis oleh Dee. Jeda waktu yang diperlukan antara Petir dan Partikel ini memerlukan waktu sampai 8 tahun. Buku ini termasuk dalam buku yang harus segera tamat agar tidak penasaran.

Bila Supernova sebelumnya Akar dan Petir memiliki hubungan cerita,Supernova:Partikel ini menyuguhkan sesuatu yang cukup baru untuk ceritanya. Masih sama seperti buku-buku Dee sebelumnya yang menggunakan bahasa yang cukup berat sehingga harus fokus untuk bisa memahami isi dari buku ini.

Cerita berawal dari tokoh utama bernama Zarah,terlahir sebagai anak dari keluarga yang saleh. Kakeknya adalah pemuka agama di daerahnya. Ayah dan ibunya pun tumbuh dengan didikan agama sang kakek dan tentu saja disekolahkan di sekolah formal (SD, SMP, serta SMA). Bedanya, Zarah dididik tanpa sekolah formal. Sedari kecil, ia mendapat ilmu dan pengetahuan langsung dari ayahnya. Dan inilah latar belakang yang nantinya bisa memicu perbedaan pandangan tentang agama.

Petualangan Zarah dimulai ketika ayahnya,Firas, menghilang tanpa jejak. Zarah berniat untuk pergi mencarinya. Mencari ayahnya yang dianggap telah nista dan mengolok-olok agama hingga musyrik menyembah hutan di bukit yang berada di dekat tempat tinggalnya. Tanpa penerangan, tanpa informasi apa-apa. Hanya petunjuk seadanya, yakni sebuah Kamera SLR Nikon Titanium FM2/T Limited Edition yang baginya merupakan hadiah ulang tahunnya yang ketujuhbelas dari ayahnya.

Membaca buku ini membuat saya sejuta kali lebih cerdas karena kajian informasi pintar tapi tak terkesan sok pintar yang dijabarkan Mba Dee, sekali lagi Mba Dee berhasil membuktikan keahliannya dan keragaman literaturnya. Emosi saya juga dibuat up and down oleh beberapa dialog dan adegannya.

Terkadang ada beberapa cerita yang membuat mata saya berkaca-kaca. Seperti pada saat Zarah harus bertemu kembali ibunya setelah sekian lama mengembara dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa atau pada adegan dimana Zarah menemukan analogi yang sesuai dengannya melalui orangutan.

Pada akhirnya tak ada lagi kata yang bisa menggambarkan perasaan saya saat menyelesaikan buku ini ini. Saya lemas tak berdaya berada pada ujung halaman buku ini.Sedikit tak rela bahwa perjalanan Zarah harus saya akhiri. Tapi di satu sisi adrenalin saya terpacu tak sabar menanti episode kelanjutannya.

Quotes

Semua pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban.Untuk keduanya bertemu, yang dibutuhkan cuma waktu

Cuma karena ada jutaan orang lain lagi yang punya kepercayaan sama seperti Abah, bukan berarti Abah jadi yang paling benar, kan?

Akhirnya ku mengerti betapa rumitnya konstruksi batin manusia. Betapa sukarnya manusia menanggalkan bias, menarik batas antara masa lalu dan masa sekarang. Aku kini percaya manusia dirancang untuk terluka

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s