Diam

Jika diam adalah jawaban maka sebaiknya kau perhatikan dia, ketika dia menutup mulutnya dengan kedua tangan dan memandangimu dari kejauhan. Terpisahkan oleh jalanan yang begitu ramai dan hujan yang begitu deras, hingga sesekali tak kau dapati sosoknya terhalangi kendaraan yang lalu lalang, tak kau dengar gerak-geriknya terhalangi rintik air yang menghujam bumi.
Perempuan itu tak akan menjawab pertanyaanmu karena hatinya diliputi kabut dan kau adalah bagian darinya yang selalu dipikirkan dengan hati bukan akal. Sekarang bayangkanlah saja hujan, keramaian dan kabut.
Dan pertanyaanmu yang terngiang-ngiang di telinganya, seperti sirine ambulans yang berulang-ulang.
Kenapa kau tanyakan pertanyaan yang sudah kau ketahui jawabannya.
Jika diam kau anggap sebagai jawaban maka perhatikan dia. Perempuan yang menutup kedua mulutnya dengan tangan, memandang ke arahmu tanpa mampu melihat lagi sosokmu karena hujan, keramaian lalu lintas dan kabut di dalam hatinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s