Review (Suka-Suka) Perahu kertas by Dee

Perlu diketahui dulu bahwa review ini akan banyak sekali spoiler, jadi kalau yang gak mau kena spoiler. Hush hush,jauh jauh deh dari review. Lagian ini kan buku lama,segera ditamatinlah.
Setelah mengakhiri petualangan Kugy Keenan untuk yang ketiga kalinya,yak betul anda tidak salah baca. Tiga kali. Pertama baca itu awal awal kuliah,respon saya waktu itu cuma ini buku teenlit banget tapi kisahnya cukup njelimet ya. Kedua,setelah nonton filmnya dibioskop. Respon saya,senyam senyum sendiri karena pas itu nontonnya sama Kugy sih,ya gak Kugy juga sih,at least my version of kugy sih. Dan terakhir ya beberapa hari yang lalu berhasil namatin bukunya. Nah respon untuk yang terakhir ini yang paling seru,dari yang mulai mengumpat-umpat ‘Anjeeeng’ atau cuma berkata ‘aduh’ sampai diam-menerawang-layaknya-orang-depresi-selama-lima-menit-terus-lanjut-baca-bukunya-lagi. Ya pokoknya di khataman ketiga ini kerasa ‘sakit’ banget lah ceritanya,entah karena faktor apa (pura-pura amnesia). Ohiya dalam review (suka-suka) kali ini akan saya bagi per bab dimana perasaan saya mulai bertransformasi. Monggo disimak

Introduction ( Jalan Yang Berputar – Kurator Muda)

Ini adalah perkenalan tokoh-tokoh karakter dari novel Perahu Kertas. Ada Kugy pengkhayal tukang dongeng,Keenan pelukis yang tertekan,Eko dan Noni pasutri yang lucu. Belum ada perubahan emosi yang berarti antara bab ini,saya sendiri paling cuma bergumam ‘ooooh’ ‘hmmmmm’ . Di bab ini imajinasi saya cukup terkuras dari mulai membayangkan keadaan di Belanda hingga kota Bandung pada awal tahun 2000an. Semuanya berjalan baik-baik saja hingga pada akhir bab dimana Kugy cukup patah hati sehingga memutuskan untuk mencari katarsis dengan menjadi pengajar di sakola alit,saat itu gumaman ‘oooh’ saya sudah mulai berubah menjadi ‘wah kok gini’

Cliche Problem ( Sakola Alit – Kebohongan Gigantis)

Di seperempat isi buku,masalah mulai bermunculan. Kugy jatuh cinta pada Keenan,Keenan jatuh cinta pada Kugy tapi Kugy sudah punya pasangan dan Keenan juga belum yakin sama Kugy. Masalah diperparah dengan Keenan yang minggat dari rumah karena idealismenya,pertengkaran hebat antara Kugy dan Noni yang sudah sahabatan belasan tahun, dan penipuan yang dilakukan oleh Wanda. Oh iya jangan lupa juga gimana Kugy mencampakan Keenan yang notabene sudah hancur,menjadi tambah hancur. Pengganggu yang paling menyebalkan dan kentara di fase ini adalah Wanda,eits tapi mari kita cermati omongan Wanda saat akhirnya dia menyadari kalau ternyata Keenan tidak pernah bisa jatuh cinta padanya

Memangnya kamu pikir aku enggak tau kalo kamu sebenernya sedang berusaha mengubah aku jadi dia. Kamu gagal. Karena aku bukan dia dan ga akan mau jadi dia.

Iya,kampret memang jatuh cinta sama orang yang bahkan orang tersebut gak pernah sekalipun menaruh rasa sama kita. Disinilah kata-kata ‘Anjeeeeng’ pertama kali terdengar.

Life Must Go On (Hampa Yang Menyakitkan – Bumi Pun Berputar)

Akhirnya kamu sadar,mau seburuk apapun keadaannya waktu gak akan berhenti untuk membuat keadaan lebih baik, kamu sendirilah yang harus membuat keadaan itu jauh lebih baik. Kugy dan Keenan paham benar akan hal itu sehingga mereka berdua memenuhi separuh hidup mereka masing dengan rutinitas yang monoton sambil menunggu entah apa itu yang akan datang untuk membuat nyawa mereka utuh kembali.  Subplot disini juga cukup seru dimana Luhde yang mulai menjadi gadis jatuh cinta pada Keenan. Sayangnya dia tidak tahu kalau Keenan masih dalam proses move-on,untunglah ada Pak Wayan yang cukup bijak dalam memberi nasihat.

Tidak mudah menjadi bayang bayang orang lain. Lebih baik tunggu sampai hatinya sembuh dan memutuskan dalam keadaan jernih. Tanpa bayang bayang siapapun

Kugy juga bukannya tanpa masalah,justru masalah Kugy lebih besar dari apa yang dialami Keenan. Masih ingat kan pertengkarannya dengan Noni?Nah di fase ini masalah Kugy bertambah dengan adanya tuduhan dia mau merebut Eko dari Noni. Untung saja Kugy dapat segera pergi dari kota yang penuh memori buruk ini.

“That Things” Finally Come (Agen Non Aquaarius – Pangeran Sejati)

Remi namanya, atasan ditempat Kugy bekerja yang ganteng,eligible, jago merayu yang akhirnya melepaskan Kugy dari beban yang selama ini ditanggungnya. Bersama Remi,Kugy seakan menemukan kebahagiannya lagi. Bersama Remi,seakan semuanya bisa tanpa beban. Bersama Remi pula,Kugy tidak perlu lagi pulang naik taksi. Mungkin cuma ada di buku ya bagaimana seseorang yang mempunyai berderet pilihan mentereng malah memilih pilihan yang jauh jauuuuuh dari kesan pantas,ya cuma di novel ini…atau enggak juga ya?

“….Remilah Pangeran Sejatinya. Remi nyata, ada dan mencintainya”

Keenan sendiri justru malah banyak ditimpa masalah disini. Ayahnya terkena stroke sehingga dia harus pulang,mau bencinya kayak apa sama ayahnya tapi Keenan tetaplah seorang lelaki dengan prinsip ‘Family Comes First’, laki banget lah. Yang mengharukan disini justru pada proses saat ibunya menjemput Keenan. Disana ibunya harus berjibaku dengan perasaannya untuk bertemu lagi dengan Poyan,cinta pertamanya yang kandas. Poyan ini memang jago sekali dalam memberi nasihat,seperti yang tertuang dalam kalimatnya sebagai berikut

Hati kamu mungkin memilihku seperti juga hatiku memilihmu. Tapi hati bisa bertumbuh dan bertahan dengan pilihan lain

Di fase ini juga Poyan mengajarkan bahwa setiap orang itu mempunyai meme. Meme adalah perasaan terdalam seseorang untuk terus membuat karya. Seperti Kugy untuk Keenan atau Lena untuk Poyan. No matter another thing has come to you,that meme will always be the only source inspiration. Asli lah,disini saya udah mulai ketampar. Oh iya,intensitas umpatan ‘Anjeeeeeng’ juga udah mulai meningkat di fase ini.

Blast from The Past (Reuni Kelompencapir – Buku dan Pameran)

Masa lalu emang gak pernah bisa dihindari,mau susah mau seneng tiap kali masa lalu datang,kita bisa apa? Adalah geng Kelompencapir yang beranggotakan Kugy,Keenan,Eko dan Noni yang kembali dipertemukan pada saat sebuah acara besar. Saling berbagi memori dan bercerita tentang apa yang terjadi saat ini. Untung saja saat reuni ini terjadi hanya fase menyenangkannya saja yang terasa.

Ada juga Keenan yang gak tahu diri masih berusaha meyakinkan perasaannya ke Kugy dengan cara ‘menculiknya’ seharian penuh sambil kembali membangkitkan memori dan cinta lama yang sempat tertunda. Kalau saja Keenan itu nyata mungkin saya udah memperingatkan dia untuk tidak mengganggu Kugy lagi karena Kugy sudah punya pacar. Yak betul,PACAR. Orang mana coba yang cukup berani  bodoh untuk mengganggu hubungan orang lain hanya karena urusan yang belum selesai? Keenan juga gak bisa disalahkan sepenuhnya kok, Kugy juga sudah punya pacar eh mau mau aja dirayu rayu lagi sama orang dari masa lalu, masih penasaran Gy?

Tanpa disadari, Keenan mempererat pelukannya. Menikmati denyutan hening. Karena hanya saat mereka bersama, ia bisa mencicipi keabadian. Meski hanya sesaat.

Ya Emang Harusnya Gini Kan? (Kastil Yang Masih Berdiri Tegak – Hati Tak Perlu Memilih)

Saya gak tahu harus komentar apalagi di fase ini. Selain mungkin tiap kalimat yang menusuk-nusuk hingga intensitas umpatan ‘Anjeeeeng’ yang makin gak karuan. Jadi intinya di fase ini adalah Kugy balik sama Remi (tapi gak yakin) dan Keenan balik ke Luhde (tapi gak yakin). Nah dari ketidakyakinan masin-masing karakter itu mbak Dewi Lestari bikin plot,quotes dan dialog yang cukup menghamburkan-hamburkan hati ini. Ini contohnya.

Kenangan itu cuma hantu di sudut pikiran. Selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia akan tetap jadi hantu. Nggak akan pernah jadi kenyataan

Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji atau kesetiaan. Tidak ada. Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, hatinya tidak bisa dipaksa oleh apapun, oleh siapapun.

Buat apa dia kembali? Buat apa muncul sejenak lalu menghilang kembali?

Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-segalanya.

Kugy Karmachameleon, saya cinta sama kamu. Dari pertama kali kita ketemu, sampai hari ini, saya selalu mencintai kamu. Sampai kapanpun itu, saya enggak tau. Saya enggak melihat cinta ini ada ujungnya.

Udah. Sampai sini udah lemes banget lah. Jleb banget dalam hati. Peredaran darah udah bocor semua.

Epilog

Hari ini aku bermimpi,

Aku bermimpi menuliskan buku dongeng pertamaku,

Sejak kamu membuatkan ku ilustrasi –ilustrasi ini

Aku merasa mimpiku semakin dekat.

Belum pernah sedekat ini

Hari ini aku juga bermimpi

Aku bermimpi bisa selamanya menulis dongeng

Aku bermimpi bisa berbagi dunia itu bersama kamu dan ilustrasi mu

Bersama kamu aku tidak takut lagi menjadi pemimpi

Bersama kamu aku ingin memberi judul bagi buku ini

Karena hanya bersama kamu segalanya terasa dekat,

Segala sesuatunya ada, segala sesuatunya benar

Dan bumi hanyalah sebutir debu dibawah telapak kaki kita.

Selamat ulang tahun

(hal 312, puisi Kugy untuk Keenan yang akhirnya cuma bisa kesimpen di draft dan akhirnya kebaca sama Remi)

*makanya kalau nulis tentang orang lain disimpen baik-baik jangan sampe ketauan pasangan*

Pesan Moral : Kalau udah jatuh cinta ya emang gitu. Kejar terus

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s