[Review] Gege Mengejar Cinta by Adhitya Mulya

Mana yang seseorang akan pilih mereka yang dia cintai Atau mereka yang mencintainya?

Preambule :

Berawal dari cover yang memakai quote catchy tersebut , saya akhirnya memutuskan untuk membeli novel comedy romance karya Adhitya Mulya ini. Pada niatan pertama membacanya,saya mengira ini akan menjadi novel romance pada umumnya. Namun saya salah,ternyata novel ini merupakan sebuah bacaan ringan yang membahas tentang cinta monyet yang tak terlupakan, dan hubungan pertemanan yang berhias akan cinta. Berikut adalah review saya tentang novel Gege Mengejar Cinta,bersih dari spoiler*(*sharing quotes sama dialog gak dianggap spoiler kan?).

Sinopsis :

Mana yang seseorang akan pilih? Mereka yang dia cintai? Atau mereka yang mencintainya? ini adalah sebuah pertanyaan penting yang entah kenapa orang tidak pernah cukup peduli untuk kaji dan tanyakan pada diri sendiri. Buku ini bercerita tentang Gege. Pria yang akhirnya dihadapkan dengan pertanyaan itu.

That Ouch! Moment :

[1]… Dia bohong,dunianya belum berputar semenjak perpisahan itu.

[2] Cinta itu menunggu lama untuk berbicara karena kamu terlalu jauh walaupun sebenarnya dekat. Dunia saya menunggu kamu didalamnya untuk mau berputar

[3] ” Dia bilang,dia mending nunggu dulu agar suatu saat bisa menghadapai cewek ya?

“He.em”

“Dia gak pernah nyari cewek. Dia nyari dan nunggu Caca”

[4] Bogor, 1990

Ini punya saya.

Punya kamu masih ada?

Geladi Gernida

[5] “Ada apah?”

“Sini aja duduk sama gue”

“Ngapain?”

“Duduk aja, sini. Dan jangan pernah pergi”

[6] “Aku rasa aku baru tahu jika ketika bersamanya, dalam hatiku ada suara”

“Suara apah?”

“Seperti suara botol dan tutup ulirnya. Klik”

[7] “Kapan kapan kamu ke kantorku lagi

“Untuk ambil jaket yah? Iya, oke entar Gege mampir yah!” Gege tersenyum berlalu dan tidak mendengar perkataan lirih Caca

“Untuk aku”

[8] “Kamu juga. Thanks”

“For coming?”

“For loving me that much. Back then”

Review :

Walaupun dibalut dalam kemasan komedi khas Adhitya Mulya yang luar biasa kocak dan banyak sekali ayam yang diabuse di novel ini, banyak hal yang bisa kita ambil dari sini, antara lain perbedaan cara pikir pria dan wanita serta bagaimana mereka memandang suatu hubungan.Keunikan dari buku ini adalah pergantian babnya yang menuliskan cuplikan-cuplikan lagu sesuai dari perasaan si tokoh. Hal lain yang membuat saya cukup buku ini menjadi bagus adalah kepiawaian Adhitya Mulya menyusun dialog antar tokohnya yang mampu menciptakan suasana entertaining, funny and deeply sad at the same time. Bagi kalian yang sudah tidak asing dengan karya Adhitya Mulya,bersiaplah terombang-ambing perasannya dengan membaca novel GMC ini.

Masih penasaran?beli dong bukunya atau minimal pinjem lah ya 😀

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s