[Review] Dirty Little Secret

Sinopsis :

MEET THE HERO

Ben Barata. Sukses dengan kariernya dan berkehidupan mapan, tapi masih merasakan kekosongan dalam hidupnya. Dan dia yakin kekosongan itu hanya bisa diisi oleh Jana, cewek yang menghilang tanpa jejak setelah hatinya dia injak-injak bertahun-tahun yang lalu. Dia bertekad untuk bertekuk lutut meminta maaf dan mendapatkan kesempatan kedua dengan Jana… Namun, bagaimana dia bisa melakukannya tanpa membuat Jana mengambil langkah seribu ketika melihatnya?

MEET THE HEROINE

Jana Oetomo. Ibu dari sepasang anak kembar yang bandelnya setengah mati dengan sebuah rahasia yang memberikan definisi baru pada ungkapan “skeletons in the closet”. Namun sepertinya rahasia itu tidak bisa tetap terkubur, terutama ketika Ben, orang terakhir yang dia inginkan mengetahui rahasia itu, tiba-tiba muncul kembali dalam kehidupannya. Dan dia lebih baik mati daripada membiarkan Ben dekat-dekat dengannya lagi

Review :

Membaca novel minim (dan sepertinya nggak ada) typo ini bisa selesai dalam waktu satu siang saja. Penggambaran tokohnya seperti nyata dalam benak saya. Saya suka dengan karakter Ben yang meski bad boy tapi dia masih menunjukkan tanggung jawab dan rasa cintanya pada Jana dan kedua anaknya. Perpindahan dari karakter bad boy ke karakter pria baik-baik terasa mulus dan tidak muluk-muluk. Ada masanya dimana Ben tidak bisa mengendalikan hasratnya pada Jana, apalagi ketika harga dirinya terusik. Namun tingkah Ben saat bersama anak-anaknya bikin melted. Kalau Jana, dia cukup konsisten dari awal hingga akhir. Tipikal wanita yang memendam cinta tapi mengutamakan harga diri dan gengsi. Raka dan Erga juga tidak kalah menggemaskan. Raka yang liar seperti membawa sifat ayahnya, sementara Erga yang sensitif lebih cenderung seperti ibunya.

Satu poin khusus yang saya dapatkan lewat novel ini adalah tentang model keluarga. Ada tiga model keluarga yang diberikan dalam novel ini. Pertama adalah keluarganya Ben (Papa-Mama). Meski kedua orang tuanya terbilang sebagai orang terkenal di Indonesia, Ben berusaha menunjukkan bahwa dia bisa berdiri sendiri. Dan sepertinya kedua orang tuanya mendukung keputusan anaknya. Ben yang berporfesi sebagai konsultan manajemen memiliki pekerjaan mapan yang jauh dari koneksi orang tuanya. Ini membuat Ben menjadi orang yang sangat percaya diri, dan mudah terusik ketika dikait-kaitkan dengan orang tuanya. Sementara keluarga Jana (Papi-Mami) sangat ketat aturan, menekankan profesi anaknya harus sama demi kelanjutan usaha keluarga. Jana yang tahu dengan perangai orang tuanya berusaha membentuk keluarga yang berbeda (Ayah-Bunda). Dia membesarkan anaknya dengan kehangatan. Hal yang sama juga diinginkan oleh Ben, ditunjukkan ketika dia berani “melawan” Papi-nya Jane yang menyebut dirinya tidak layak menjadi suami dan ayah.

Secara keseluruhan, novel ini mirip-mirip Harlequin tapi dengan setting dan plot Indonesia. Secara plot dan alur ya bolehlah buku ini dijadiin koleksi biar rak bukunya ada bacaan ringan.

Quotes :

“… ada dua alasan kenapa orang terobsesi sama kerjaan mereka. Pertama, karena mereka mencoba membuktikan sesuatu, dan yang kedua, karena mereka mencoba melarikan diri dari sesuatu”

“You look good, Jan”

“Well,you still look like an asshole. Ben”

Dia menunggu hingga Jana benar-benar menatapnya sebelum berkata “Dan bagaimana kalau aku bilang,aku belum moved on?”

“Kamu memang berbakat dalam banyak hal,tapi ada satu hal yang gak pernah bisa kamu lakukan,bohong sama aku”

 

 

p.s : Forget about those sugar coating review. I choose to bought this book at the first place just because the main character named Jana and…..she’s an architect 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s