Kemeriahan Musim Panas dalam We The Fest 2014

We The Fest adalah sebuah acara musik yang mengusung tema musim panas yang dipromotori oleh Ismaya. Acara ini sendiri cukup bombastis mengingat menggunakan format dua panggung untuk mengakomodasi artis mewah yang ada didalamnya. Sudah jadi tradisi,bahwa Ismaya ini memang gemar mengundang artis-artis dengan tema yang cukup nyeleneh dan cukup ‘obscure’ di telinga kita kita.

Dimulai dengan penampilan Experience Brothers yang ugal-ugalan di panggung Banana Palooza, lalu dilanjutkan dengan Vox yang bisa membuat penonton rela untuk panas-panasan dan bersingalong. Lalu muncullah penyanyi wanita bersuara emas Lala Karmela yang cukup seksi dan membius penonton untuk sekedar menganggukan kepala dalam hits singlenya ‘Morning Star’. Menjelang sore, giliran Sore yang memanaskan suasana dengan tembang-tembang andalannya dari album Port of Lima dan Centralismo seperti Etalase,Karolina, Setengah Lima hingga Funk The Hole. Selesai Sore tampil,panggung Clown Chella berhasil membuat dedek-dedek dibawah umur berteriak histeris ‘Lale,Lale,Lale’ . Yap,siapa lagi kalau bukan Maliq&D’essentials membawakan tembang-tembang andalannya yang bisa menyedot hampir sebagian besar penonton untuk turut ikut bernyanyi. Menjelang malam, munculah Goldroom.  Tidak seperti penampilannya yang besar dan sangar, Goldroom mampu menghadirkan nuansa magis dari DJ setnya untuk menemani para pengunjung menembus malam. Selesai Goldroom,Clown Chella menampilkan Miami Horror,tidak banyak yang bisa saya ceritakan tentang band ini kecuali para personelnya yang energik seperti kelebihan minum suplemen.

Setelah cukup bersenang-senang,sedari siang saya memutuskan untuk mengisi tenaga di Ismaya Food Town.  Sekilas,saya lihat Jessie Andrews sedang asyik menggoyang crowd dengan DJ setnya. Iseng saya tanya ke teman saya,‘ Dhan,tau Jessie Andrews gak?’ yang kemudian di tanggapi dengan ‘Tau kok,yang mukanya mirip bintang bokep itu kan?’ Oke sip,akhirnya saya  memutuskan untuk melihat performa DJ-yang-katanya-mirip-pemain-bokep terlebih dahulu sebelum makan. Selesai makan,saya memutuskan untuk membeli minuman ‘baik-baik’ dan pilihan saya jatuh pada Nu Green Tea seharga 30 ribu,ya 30 ribu. Nu Green Tea termahal yang pernah saya beli.

Kekecewaan saya tidak berlangsung lama. Di Banana Palloza ternyata sudah tampil RAC. Walaupun cuma DJ set tapi tetap RAC ini menunjukan kelasnya dengan ke khasan remix mereka. Dengan Let Go sebagai penutup,bisa dipastikan bahwa RAC ini memang luar biasa.

Waktu sudah menunjukan pukul setengah 9 malam, kembali saya menyatroni panggung Clown Chella untuk menunggu mbak Jillian Banks yang akan segera tampil,tapi apa daya yang masih di panggung malah Azalea Banks. Akhirnya saya ngacir dulu ke panggung Clown Chella untuk menonton Mayer Hawthorne,ekpektasi saya adalah Mayer Hawthorne berkacamata yang akan bernyanyi nyanyi nakal untuk menggoda fansnya yang mayoritas kaum hawa. Namun ternyata yang saya saksikan adalah Mayer Hawthorne tanpa kacamata yang asik nge-remix lagu-lagu orang dan jedag jedug gak karuan. Pupus sudah acara curhat singalong di lagu ‘Finally Falling’. Yaudah lah ya, yang penting Could it be,I’m finally falling. Falling for youuuuu ~

Jillian Banks atau yang mempunyai nama panggung BANKS akhirnya tampil juga untuk menghapus menuntaskan rasa penasaran saya. Satu hal yang terlintas dalam pikiran saya begitu melihat BANKS adalah Tuhan ini bener bener dalam mood yang sangat bagus ketika menciptakan manusia bernama Jillian Banks. Puncaknya adalah ketika BANKS mengcover lagunya London Grammar,rasa-rasanya mau tenggelam dalam alunan nada misteri mbak BANKS aja deh kalau udah gini. Penampilan BANKS ditutup dengan lagu pamungkasnya yang berjudul ‘This is What it Feels Like’ yang lucunya sebelum menyanyikan lagi itu BANKS bilang ke penonton ‘Feels kinda hot,don’t you think?’ Spontan ketika doi bilang gitu rasa-rasanya pengen langsung nyaut,’mana mbak mana yang hot sini adek tiupin’.

Dan akhirnya sampailah kita di penghujung acara. Setelah check sound yang cukup lama akhirnya keluar juga artis utama dari perhelatan We The Fest 2014 ini,yap siapa lagi kalau bukan Ellie Goulding. Muncul dengan mengenakan two-piece baju senam (if I could say so),Ellie Goulding ingin menghadirkan  kesan jauh dari seksi. Lekuk tubuhnya yang cukup kekar serupa insturuktur senam seolah ingin menyamakan tema dengan lagu-lagunya yang mempunyai kesan warrior,struggle dan survive  . Dimulai dengan ‘Figure 8’ dengan bassdrop menghentak yang cukup membuat penonton tersadar bahwa saat ini Ellie Goulding sedang ada di depan mereka. Kemudian di lanjutkan dengan Ritual, Goodness Gracious, Animal untuk tetap memompa semangat penonton untuk berjingkrak jingkrak. Setelah merasa cukup menguasai situasi, Ellie Goulding mengcover lagu Tesselate dari Alt-J. Ternyata coveran itu adalah awal dari penurunan tempo karena yang terjadi selanjutnya adalah Ellie Goulding mengambil gitar akustiknya untuk menyanyikan Guns & Horses. Setelah berbasa-basi sedikit, kembali Ellie Goulding bermellow-mellow ria dengan menyanyikan Your Song. Ellie Goulding seolah tidak kehabisan akal untuk membuat penonton keep on focus,setelah Explosions dan My Blood selesai. Ellie Goulding mencoba bermain drum di lagu Bad Girl milik M.I A yang kemudian langsung disambung dengan Salt Skin. Setelah kejadian tersebut,berturut-turut penonton dihajar dengan tembang-tembang curhat patah hati andalan Ellie Goulding seperti Only You, Everytime You Go, This Love, I Know You Care. Puas menyiksa penonton dengan kegalauan, suasana berubah meriah tatkala Ellie Goulding  kembali menyanyikan lagu-lagu mainstream dimulai dengan Anything Could Happen. Selanjutnya adalah I Need Your Love yang langsung disambut dengan koor ‘Ciyeeeeee mantan’. Lights menjadi tembang hits selanjutnya yang dinyanyikan,sedikit cerita tentang Lights. Ternyata lagu ini diciptakan Ellie Goulding ketika ia masih kecil untuk mengatasi ketakutannya pada kegelapan. Burn menjadi tembang penutup yang sempurna untuk perhelatan We The Fest 2014 ini.

Selesai Burn dinyanyikan sebetulnya saya masih berharap akan ada encore dimana Ellie Goulding kembali ke panggung,mengambil gitarnya lalu mulai bersenandung

How long will I love you,as long as stars above you. Longer if I may.

Iya.

Gitu.

See you next year 😀

Maliq&D'essentials Goldroom RAC BANKS

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s