Kebangkrutan Yahoo dan remeh temeh didalamnya

*Disclaimer : Tulisan ini tentu saja bukan tulisan serius penuh analisis tentang bagaimana Yahoo bisa bangkrut. Tulisan ini hanyalah sekelumit opini dari orang yang mengikuti berita soal teknologi dan hubungannya soal Yahoo. Go to Mashable or Business Insider if you want to find some serious article.

Minggu kemarin, dunia teknologi dikejutkan dengan kebangkrutan perusahaan raksasa yang bernama Yahoo yang kemudian dibeli oleh Verizon seharga 4.8 miliar dollar. Sebenarnya, harga Yahoo sendiri pernah mencapai puncaknya ketika tahun 2000. Kala itu, perusahaan raksasa ini ditaksir berharga hingga 125 miliar dollar.

Pada akhirnya, timing adalah segalanya. Untuk Yahoo, 16 tahun kemudian adalah sebenar-benarnya kemunduran hingga akhirnya bangkrut. Kalian bisa saja menghabiskan waktu seharian untuk cari-cari artikelnya secara mendalam kenapa Yahoo bangkrut. Simpan waktu kalian, cukup dengan membaca postingan ini 5 menit. Kalian akan tahu kesalahan Yahoo sehingga membuat perusahaan ini bangkrut.

1.Yahoo kebingungan membedakan pentingnya timing dan pentingnya menjadi yang paling pintar.

Kalian tahu yahoomail kan? Coba lihat disitu, apa yang paling mencolok? Yak betul. Banner iklan. Yahoo, sebagai penguasa portal web pada awal awal tahun membuat mereka takabur dan merasa uang bukan masalah. Lalu, apa yang perusahaan apabila bisa mendapatkan uang dengan mudah?Yak betul, mendapatkan uang lebih banyak lagi. Alih-alih menciptakan sebuah ekosistem yang kuat seperti Facebook atau Google, Yahoo malah terus-terusan menual slot banner ads mereka. Easy money.

Setelah punya uang, mereka berpikiran untuk membeli perusahaan lain dan (merasa) bisa menjalankannya lebih baik dari perusahaan itu sendiri. Sebut saja Tumblr, Geocities dan Broadcast.com yang dibeli oleh Yahoo dengan harga fantasis. Hasilnya?Nihil. Tindakan tersebut yang membuat Yahoo seakan tidak punya pilihan yang pasti perihal apa yang mereka inginkan.

2. Yahoo kurang inisiatif terhadap servisnya.

Yahoo Mail kalah dengan Gmail.

Yahoo Answers kalah dengan Quora.

Flickr kalah dengan Instagram.

Dan yang paling memalukan adalah Yahoo Search kalah dengan Google Search. Sebelum ada Google, Yahoo adalah penguasa mesin pencari di jagad maya.

Mereka punya uang, mereka punya jutaan user, mereka seharusnya bisa saja melakukan inisiatif untuk membenahi dan meningkatkan servis mereka. Tapi? mereka kurang inisiatif sehingga kalah terus-terusan oleh pesaing yang (padahal) masih baru.

3. Yahoo melepas aset paling berharganya sendiri

Di tahun 2005, Jerry Yang (Cofounder Yahoo) membeli 40% saham dari Alibaba sebesar 1 miliar dolar. Sembilan tahun kemudian, 40% tersebut bernilai 80 miliar dollar. Tapi tunggu dulu, di tahun 2012 dan 2014. Yahoo menjual beberapa persen saham Alibaba tersebut.

Jack Ma

Hari ini, Yahoo hanya memiliki 15% saham Alibaba. Lima belas persen saham tersebut sekarang bernilai 30 miliar dollar, hampir lebih besar enam kali dari nilai perusahaan Yahoo sendiri. Tapipak, kan lumayan itu 50 miliar yang terbuang.

4. Yahoo selalu salah pilih CEO.

Marrissa Meyers memang terlihat seperti CEO yang kurang kompeten. Apalagi setelah pembelian Tumblr di tahun 2013 dan penjualan saham Alibaba di tahun 2014. Tapi Marrissa Meyers akan terlihat jenius apabila dibandingkan dengan pendahulunya. Contohnya adalah Scott Thompson. Dibawah kepemimpinan dia, Yahoo memecat lebih dari 2000 karyawannya. Dia jugalah biang kerok penjualan sejumlah saham Alibaba.

Kemudian ada pula Terry Semel yang disebut-sebut sebagai CEO dengan track record terburuk. Salah satu ‘prestasinya’ adalah dengan menolak tawaran dari Microsoft untuk membeli Yahoo sebesar 40 miliar dollar. Rugi bandar gak tuh?

5. Yahoo cinta buta terhadap produknya.

Pada tahun 1998, Sergey Brin dan Larry Page pernah menawarkan Google kepada Yahoo dengan nilai ‘hanya’ 1 juta dollar. Yahoo menolaknya dengan harapan user akan lebih berkutat pada Yahoo directories dan melihat lebih banyak iklan.

Jerry Yang bertemu dengan Sergey Brin dan Larry Page

Tidak pernah terpikirkan sekalipun oleh Yahoo bahwa apa yang terbaik untuk user, (biasanya) terbaik juga untuk kemajuan perusahaan mereka. Dan ya tentu saja kita semua tahu bagaimana kisah ini berakhir . Google sekarang bernilai lebih dari 500 miliar dollar, sedangkan Yahoo tinggal sejarah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s