Valentine Movie Picks – Cinta Saja Tidak Cukup

Tulisan ini dibuat karena kegabutan pada hari Selasa rasa Jumat. Dimana besok adalah hari libur karena ibukota akan mengadakan what so called pesta demokrasi. Selain itu, ternyata hari ini jatuh di tanggal 14 Februari, tanggal dimana sebagian orang menyebutnya dengan ‘Hari Kasih Sayang’.

Kita bisa saja mendefinisikan apa itu arti kasih sayang dan cinta. Dari yang manis hingga sinis seperti yang dikatakan Don Drapper (selaku anak ahensi) “What you call love was invented by guys like me to sell nylons.” Ya mungkin pengertian ‘cinta’ menurut saya gak se-sinis itu ya, but hey just be realistic you can live your life only with love, don’t you?

Baiklah, tanpa berlama-lama lagi, inilah beberapa judul film yang menurut penulis bisa menggambarkan situasi diatas atau mungkin bisa memberikan arti tersendiri di hari kasih sayang ini. Tentu saja, rekomendasi saya disertai dengan beberapa patah kata yang terkesan ‘pakar yhaaaaaaa’

 Yaudah. Inilah ~

 

1.Blue Valentine (2010)

Film ini dipilih karena ada unsur kata valentine di dalamnya. Meskipun begitu, film ini tidak melulu bercerita soal perayaan valentine. Dalam Blue Valentine, perjalanan sepasang kekasih digambarkan dengan gamblang dan penuh perjuangan.

Blue Valentine ditampilkan dengan sebuah proses cerita yang membuat setiap penontonnya dapat membandingkan bagaimana kehidupan Dean dan Cindy sebelum dan sesudah pernikahan. Hal ini dilakukan lewat deretan adegan yang melompat antara adegan yang berlangsung di masa sekarang dengan adegan yang berlangsung di masa lalu lewat proses pengeditan yang sangat cerdas. Hasilnya, tiap adegan mampu merangkai tiap aliran emosi dengan sangat baik dan tak pernah kehilangan satupun momen emosional di tiap ceritanya. Tiap emosi ditampilkan saling berlawanan masa-masa bahagia sebelum pernikahan terjadi dan masa-masa depresi ketika pernikahan itu berlangsung yang membuat Blue Valentine begitu nyata dan jujur.

Hasil terbaik itu juga didorong dengan kemampuan dua aktor utamanya, Ryan Gosling dan Michelle Williams. Gosling dan Williams menampilkan karakter mereka dengan chemistry yang tercipta begitu alami. Tampil bersama di sepanjang 112 menit durasi film ini berjalan, Gosling dan Williams merupakan elemen terpenting dalam Blue Valentine dan menjadikan kisah film ini terasa begitu manis pada awalnya, namun begitu menyesakkan dan menyakitkan di bagian lain. Kehadiran mereka juga yang akan membuat Blue Valentine begitu terasa personal bagi beberapa kalangan penontonnya, khususnya ditambah dengan deretan dialog yang begitu terasa puitis dan mendalam, sinematografi yang indah serta deretan lagu-lagu yang mampu meningkatkan setiap tampilan emosi yang ada.

Blue Valentine adalah sebuah gambaran pesimistik mengenai sebuah pernikahan yang menemui jalan buntu dalam perjalanannya. Bukti bahwa cinta aja gak cukup untuk memulai suatu pernikahan.

 

2. Up in The Air (2009)

Siapa bilang cinta tidak bisa salah alamat? Bercerita tentang pria sukses yang tidak bisa membangun sebuah komitmen. Dia membentengi diri bahwa sesungguhnya dia hanya belum menemukan orang yang tepat.

Fokus utama film ini ada pada tokoh Ryan Bingham. Sekilas kita akan melihatnya menjadi sosok yang complicated. Bayangin aja, menjadi seorang flyer yang kerjaannya mecat pegawai lain dan memotivasi dengan teknik-teknik yang lihai. Menjadi seorang motivator dengan kata-kata terkenalnya : “What is in your bag?” – intinya tentang bagaimana melepaskan beban relationship pada tas yang dibawa kemana-mana. Awalnya Ryan adalah tokoh yang happy dengan hidupnya. Dan saya sendiri mikir betapa menyenangkan hidupnya! Bandara sudah menjadi rumah pertamanya, dan itulah real life seorang Ryan Bingham. Tapi pada akhirnya kita akan ikut simpati pada Ryan Bingham ketika ia menyadari betapa banyak hal yang telah ditinggalkannya. Puncaknya ketika ia bukan orang yang ‘exist’ bagi adik perempuannya yang akan menikah. George Clooney sendiri sangat tepat dalam mendalami peran ini. Kita seakan-akan melihat bahwa itu adalah kehidupan nyata dari Clooney.

Ketika Ryan menelepon Alex dan berkata, “I thought I was your real life…”. Kamera kemudian menjauh, menunjukkan Ryan menutup teleponnya dengan sedih pada sebuah jendela dengan lampu remang sedangkan dua jendela di kamar sebelahnya padam. – Saya merasa bisa memahami bahwa untuk pertama kalinya mungkin, Ryan Bingham merasa kesepian. Disitu kita ditampar bahwa cinta aja gak cukup. Apalagi cintanya buat orang yang salah. (ADUH).

3. Real Steel (2011)

Valentine tidak melulu perayaan soal sepasang kekasih dan muda mudi dimabuk asmar. Bisa jadi ia menjelma diantara hubungan bapak dan anak. Real Steel mampu mengemas kisah cinta dalam sebuah keluarga menjadi sangat epik dan mengharukan.

Kekuatan utama film ini adalah karakterisasi dan hubungan antar ayah-anak yang digali dengan baik, semua ini tentu saja berkat chemistry antara Hugh Jackman dan Dakota Goyo yang sangat luar biasa. Bahkan saking intimnya, saya merasa bahwa fokus film ini adalah drama antar ayah dan anak tersebut, sedangkan pertandingan boxing antar robot hanya sebagai selingan ataupun untuk membuat film ini agar tampak lebih orisinil. Kenapa film ini masuk pilihan penulis karena ada salah satu quotesnya yang bagus banget, kayak gini nih

“I want you to fight for me. That’s all I ever wanted.”

Harap diingat, quotenya sendiri dilontarakan dari seorang anak ke ayahnya, tidak untuk dispin jadi isu cinta yang mendayu-dayu. Film ini membuktikan bahwa cinta aja gak cukup, unless you’re Wolverine and have a giant robot.

4. Easy A (2010)

Capek dengan film-film romantis yang melelahkan? Mungkin Easy A bisa menjadi solusinya dengan menyaijkan humor yang segar. Forget about your sweetheart Mia Dolan on La La Land. Emma Stone is the real deal in this movie. While there is nothing to tell about ‘love’ on this movie, but this movie still show us some humor and romantic side. This is another proof that love is not enough, you might need some banter to enjoy it.

5. Smashed (2012)

Smashed adalah sebuah dark-comedy yang sempit, namun bekerja sangat efektif. Sejak awal ia sudah memberikan gambaran dengan jelas pesan yang ingin ia sampaikan, dan mungkin jika dilihat secara sepintas tampak kurang begitu menjanjikan. Tapi ternyata itu justru menjadi sebuah trik dari Ponsoldt untuk menghadirkan kejutan-kejutan yang ia punya. Banyak pelajaran yang terselip manis didalam setiap dialog dari masing-masing karakter miliki, namun sayangnya diletakkan secara implisit.

Sejak awal premis yang tampak kurang meyakinkan justru mampu tampil mengejutkan. Ya, ternyata sang sutradara punya materi yang kuat, dan ia juga mampu menggambarkan dengan baik bahan tersebut sehingga menjadi menarik. Ponsoldt pandai mengatur porsi kehancuran yang film ini punya, memberikannya secara sedikit demi sedikit tanpa menjadikan anda ingat padanya. Hal tersebut disebabkan unsur komedi yang mampu mencuri perhatian dibalik tema gelap tadi. Dark comedy bekerja dengan baik, membentuk banyak momen yang punya kadar lucu cukup tinggi, namun anehnya menjadikan seolah tertahan untuk tertawa lepas dan hanya berhasil tersenyum kecil.

Kunci sukses lainnya adalah para aktor yang sukses tampil memikat. Mary Elizabeth Winstead menggunakan kesempatan yang ia punya dengan tepat. Winstead bersinar. Dari ketika ia menjadi alcoholic, menghadapi suami yang useless karena kerjanya hanya mabuk dan bermain game, ketika ia mencoba berhenti minum, hingga kemudian meledak, semuanya hidup tanpa terlihat dipaksakan. Winstead menjadikan Kate sebuah karakter yang layak untuk mendapatkan simpati dan dukungan. Sebuah skenario nyata bahwa cinta saja tidak cukup. Yang penting sobeeeer ~

Bonus:

Hari untuk Amanda

Sudah jelas kan, karena selalu ada yang lebih seru dibanding yang lebih penting?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s