Made In Jakarta

Siapa suruh datang ke Jakarta, kata mereka. Saya juga bingung, banyak orang kurang suka dengan kota ini. macet, banyak kejahatan, dan lain lain dan kawan kawan, tapi ya mau bagaimana lagi, hanya kota ini yang bisa menaungi kedinamisan saya dan hanya kota inilah yang bisa menghapus rasa cepat bosan saya. Karena nya, saya merasa menjadi manusia. Selalu banyak cerita dari Jakarta. Seperti playlist spesial dari saya untuk ulang tahun Jakarta, beberapa diantaranya mengandung cerita yang akan lebih dahsyat apabila dipadukan dengan nuansa Jakarta.

So, here it is.

1. Adrian Khalif – Made In Jakarta

Berkolaborasi dengan DJ bertalenta dalam negeri, Dipha Barus, Made in Jakarta dari Adrian Khalif berhasil membawa suasana musik yang baru dan segar dengan perpaduan musik hiphop dengan musik EDM yang memberikan vibe yang chill. Sebuah —anthem tentang [hasil] kerja keras dalam mewujudkan mimpi [di Jakarta] hence, Made In Jakarta.

2. Emir Hermono – 3am In Jakarta

At some point in your life you must have been stalking your ex (bf/gf/unfinished business) and reminiscing every moments you had in the past. This song is actually all of the things above, plus point if you ever experienced it in Jakarta, at 3am.

3. Emir Hermono – Cuma Kamu

Perpanjangan dari lagu diatas. Karena apalah artinya cuma ngegalau dini hari tanpa drunk text ke mantan (pacar/gebetan) yang isinya bilang bahwa Jakarta adalah hal yang kusuka nomer dua, setelah senyummu. Ya cuma kamu.

4. Adhitia Sofyan – Forget Jakarta

Karena pada akhirnya, secinta apapun kamu pada memori tentang jatuh cinta di Jakarta kamu harus tetap merelakannya untuk hilang . Adhitia Sofyan menciptakan statuta untuk kedua belah pihak untuk saling merelakan dengan berkata

“We’ll forget Jakarta Promise that we’ll never look behind Tonight, we’re gone to where this journey ends ~” .

Sure I will forget about you, but not about Jakarta.

5. Banda Neira – Senja di Jakarta

Mana yang lebih juara? buku Senja di Jakarta karangan Mochtar Lubis atau tembang dari Banda Neira. Apapun itu, senja di Jakarta adalah juara yang sesungguhnya.

6. Sheila on 7 – Tunggu Aku di Jakarta

Semua so-called penyanyi lagu picisan cum cinta-cintaan disana bisa saja menggubah lagu dengan segala diksi dan metafora indah sekaligus mendayu-dayu. Tapi kemudian Akhdiyat Duta Atmojo menyanyikan sebuah lagu romantis dengan mudah tanpa perlu aneh-aneh “Kau akan setia untukku, kembali untuk diriku mengingatku walau aku jauh”.

7. Dewa 19 – Selatan Jakarta
Liriknya yang semena-mena melintasi jaman. Jakarta Selatan dulu adalah tempat paling gaul lebih dulu, Ini udah ada dari dulu sampai sekarang, liat aja Mal Pondok Indah sampai Kemang. Nah, soundtrack yang keren buat ngegambarin selatan Jakarta, khususnya di era 90-an adalah lagu ini.

“Menerawang malam di Kemang
Remaja gaul coba baurkan diri
Melekkah terhadap sgala resah
Yang slalu ada disekitar kita”

Masih gak percaya kalau Ahmad Dhani itu seorang visioner?

8. White Shoes and The Couples Company – Kisah Dari Selatan Jakarta


Saya rasa karya ini sudah cukup bagus untuk dinikmati mau dalam bentuk lagu ataupun dalam bentuk puisi biasa. Dengan menarik para penikmat dalam kesusahan dan kebingungan sang penutur cerita, karya ini telah berhasil membuat kita penasaran akan cerita dari selatan Jakarta yang tak kunjung datang.

9. Reality Club – Is It The Answer

Tiap dengerin ini selalu kebayang video dek Fathia Izzati lagi strolling around Jakarta sambil galau-galau abege mau pisah sama pacarnya gitu.

I mistake intent for better day
While you mislead, me in different ways
I don’t think this is how it’s to end ~

I was talking about this video though.

10. Vira Talisa – Walking Back Home
Soundtrack ampuh dari Vira Talisa buat kamu yang ngerti banget pengorbanan nganterin pulang pasangan malem-malem diantara kemacetan Jakarta.
And love was a mystery ’till you walk by my side But now my heart’s singing and tonight I’ll be fine ~
So there’s that, walking back (your home) home. hehe, sa ae keong.

11. Bangkutaman – Ode buat Kota

Mengutip kata Bangkutaman “untuk mereka yang di televisi. Untuk mereka yang selalu menipu diri”

yes, this is Bangkutaman talking to fellow Jakartans.

12. Maliq and D’Essentials – Coba Katakan

Jakarta bukan sekedar barisan beton bernama mall dan perkantoran. Jakarta lebih daripada itu. Kamu akan belajar dengan sangat keras bahwa Jakarta adalah nama lain dari belantara perpisahan dan pertemuan. Barangkali juga ia mengajarkanmu untuk berdiri tegak setelah jatuh dan dikalahkan keadaan. Kota ini akan mengajarkanmu untuk memilih. Disakiti dan lantas berdiri. Atau terlena akan manis cinta dan berujung kecewa. Tsaaaaah.

 

13. The Upstairs – Matraman

Dan “Matraman” adalah salah satu lagu cinta terbaik sepanjang masa. Intro kibordnya yang pop sekali, lalu disambut lirik pembuka:

“Demi trotoar dan debu yang beterbangan ku bersumpah. Demi celurit mistar dan batu terbang pelajar ku ungkapkan.”

Gila. Lirik yang keren untuk menggambarkan orang yang jatuh cinta dan mengungkapkan perasaan. Jatuh cinta tak selamanya harus diungkapkan dengan menye-menye atau lemah mendayu-dayu. Dan kalimat sumpah tadi, dengan baik menggambarkan suasana jalanan di ibukota yang kotor dan pada masanya sempat ramai oleh tawuran pelajar sekolah.

Lagu ini manis sekali. Manis tapi dengan lirik yang jantan.

14. Dried Cassava – Paradox

Seno Gumira Ajidarma pernah berkata kegemerlapan Jakarta adalah cermin kepahitan yang gagal diredamnya. Ia adalah dua paradoks yang saling menyembunyikan. Keingetan aja judul lagunya, isi lagunya sendiri sih gak nyambung ehe.

15. Mondo  Gascaro – Dan Bila..

Cocok dipadukan dengan suasana sore Jakarta, karena sore Jakarta adalah macetnya jalanan, riuh klakson, asap Metromini, dan hal-hal penting yang tetap kalah penting dari kamu. Duh

16. Maudy -Ayunda – Jakarta Ramai
Maudy Ayunda bilang “Jakarta ramai, hatiku sepi” kalau aku bilang sih

“Jakarta adalah lagu rindu untuk hati yang jauh.”

17. Tulus – Monokrom
Barangkali Seno benar, Jakarta tidak gemerlapan. Jakarta itu monokrom, dan semakin monokrom karena terlalu sedikit di antara mereka yang survive mencoba berbuat sesuatu untuk lingkungan yang semakin tenggelam dalam kemiskinan berkepanjangan.

18. Danilla – Terpaut oleh Waktu
Lebih enak didengarkan tengah malam di lengangnya Jakarta sambil bengong-bengong jorok. Karena Jakarta tengah malam adalah tentang kamu dan sebuah jarak yang ingin selalu aku tempuh. Tsaelah

19. Float – Pulang
Lagu mudik terbaik. Di dengerin pas di kereta, muka menghadap keluar jendela kemudian ngeliat kereta yang perlahan meninggalkan Jakarta. Syedap.

20. Naif – Piknik 72
Tiap dengerin ini pikiran saya langsung terasosiasi sama Jakarta. Entah karena ada reference Binaria atau memang style Naif yang ‘Jakarta banget’

21.  Silampukau – Balada Harian
Ini sih ode buat pekerja Jakarta masokis yang tiap hari ngeluh soal macet, kerjaan banyak, dan kesibukan yang gak abis-abis tapi tetep aja stay disitu. Yah pada akhirnya kita semua (kaum pekerja Jakarta) akan sadar bahwa waktu sekedar hitungan yang melingkar kekal di kehampaan ~

22. Reza Artamevia – Satu Yang Tak Bisa Lepas

Akui saja, se-brengsek apapun perlakuan Jakarta terhadap warganya toh tetap tidak bisa membuat penghuninya beranjak pergi. Hingga pada akhirnya saat kamu memutuskan untuk pergi dari kota ini, kamu tanpa sadar akan mulai berdendang

satu yang tak bisa lepas, percayalah hanya kau yang mampu mencuri hatiku ~

At the end of the day, I love this city for all its insanity. At times it’s shitty, at times it’s greedy and gave no time to beg for pity.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s